Cara Budidaya Kelapa Dengan Pupuk NASA

Posted by Hartini Nasa Sabtu, 02 Desember 2017 0 komentar
Budidaya Kelapa
Cocos nutifera

PENDAHULUAN
     Menurunnya minat petani untuk membudidayakan komodit kelapa sebenarnya merugikan secara nasianal , karena tanaman kelapa mempunyai syarat tumbuh hampir diseluruh wilayah Indonesia . 
     PT. Natural Nusantara berupaya memberikan pedoman teknis budidaya kelapa dengan aspek K-3 yaitu kuantitas, kualitas, dan kelestarian lingkungan , sehingga mampu meningkatkan taraf penghasilan petani. 


SYARAT PERTUMBUHAN 
     Tanah yang ideal untuk penanaman kelapa adalah tanah pasir, berabu gunung, dan tanah berliat, Dengaaaaaaaaan pH tanah 5,2 hingga 8 dan mempunyai struktur remah srhingga perakaran dapat berkembang dengan baik. 
     Sinar matahari banyak minimal 120 jam perbulan, jika kurang dari itu produksi buah akan rendah . Suhu yang paling cocok adalah 27 derajat dengan variasi rata-rata 5-7 derajat  C suhu kurang dari 20 derajat c tanaman kurang produktif. 
     Curah hujan yang baik 1300-2300 mm/th. Kekeringan panjang menyebabkan produksi berkurang 50%, sedangkan kelembapan tinggi menyebabkan penyakit jamur. 
     Angin yang terlalu kencang terkadang merugikan tanaman yang terlalu tinggi terutama varietas dalam.

PENGOLAHAN LAHAN 
     Pengolahan tanah yang diperlukan adalah pembuatan lobang tanam dengan ukuran 0,9 x 0,9 x 0,9 m dengan penambahan pupuk kandang dan humus. Jarak tanam yang baik untuk jenis dalam yaitu 9 x 10 m dan jenis genjah 6 x 6 m. 

PEMBIBITAN 
     Pilih buah yang bagus dan tua, rendam dengan larutan air + POC NASA dengan dosis 1-2 ttp/10 ltr air selama 2 minggu, kemudian semaikan bibit di bedengan dan kedalaman sama dengan buah kelapa, timbun buah kelapa dengan letak horizontal dengan tebal timbunan 2/3 buah . jarak antara bibit 25 x 25 cm dan bibit akan berkecambah setelah 12-16 minggu, jika lebih dari enam bulan tidak berkecambah dianggap mati/bibit jelek. Rawat bibit dibedengan hingga umur 30 minggu atau brdaun 3 lembar. Lakukan penyiraman bila tanah kurang air.
     Lakukan pemupukan sesuai dengan rekomendasi setempat atau dengan mengacu pada tabel pemupukan berikut : 

     Pospat diberikan 2 minggu sebelum pupuk lain dan dicampur rata dengan tanah 
CATATAN : Akan lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPERNASA 1-2 kali selang waktu 3-4 bulan sekali dengan dosis 1 botol untuk kurang lebih 400 bibit. 1 botolSUPERNASA diencerkan dalam 4 liter (4000ml) air dijadikan larutan induk . Kemudian setiap 1 liter air diberi larutan induk tadi untuk penyiraman setiap bibit . 

PENANAMAN 

CATATAN : Pemberian pupuk pertama pada tanaman kelapa sebaiknya pada awal musim hujan (september-oktober) dan kedua diakhir musim hujan (maret -april) . Dosis tidak mutlak tergantung kondisi tanah setempat.

Siram SUPERNASA (0-4 tahun) dan POWER NUTRITION  (diatas 4 tahun) 1 botol untuk 50-100 pohon dengan dosis 0,5-1 sendok makan per 10 ltr air perpohon setiap3-6 bulan sekali atau dengan dibuat larutan induk sbb : 
=> 1 botol (500gr) SUPERNASA /POWER NUTRITION diencerkan dengan 5 liter air (5000 cc) jadi larutan induk . Kemudian setiap 10 ltr air diberi 50-100 cc larutan induk disiramkan untuk 1 pohon.
=> Penyemprotan POC NASA 3-4 tutup + HORMONIK 1 tutup per tangki setiap 1 bulan sekali selama masih bisa dijangkau alat semprot. 

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1. Golongan Coleoptera 
     Hama golongan ini yang paling banyak menyerang adalah Oryctes rhinoceros. Cara mengendalikan dengan membuat trap/ jebakan berupa kotak-kotak yang berisi sampah dan sebagai pencegahan dikendalikan dengan pemberian Natural BVR atau jika sudah menjadi uret dengan PESTONA atau dengan menggunakan musuh alaminya yaitu tikus ,tupai, ayam ,bebek, dan burung hantu. 
2. golongan Lepidoptera 
     Species yang sering menyerang adalah Tiratabhata rufivena yang larvanya memakan bunga kelapa dan Achritocera negligens yang mengebor tangkai bunga yang belum membuka dan memakan isinya. Pengendaliannya dengan menggunakan PENTANA + AERO 810 ataupun Natural GLIO sifatnya yang cepat berpindah maka pengendaliannya harus secara merata untuk pencegahan . 
3. Golongan Hemiptera 
     Jenis yang menghisap cairan daun sehingga daun mati adalah jenis homoptera (gareng pong jawa). Jenis lain yang menghisap cairan buah adalah Heteroptera , sehingga buah menjadi rontok sebelum matang. Pencegahan dengan PENTANA + AERO 810 dan PESTONA secara bergantian. 
4. Penyakit yang juga mungkin  menyerang adalah : 
     Busuk tunas atau pucuk yang disebakan oleh jamur phytophthora palmivora dan penyakit lingkar merah pada daun yang disebabkan cacing atau belut tanah Rhadinaphelencus cocophilus. kedua macam penyakit ini hanya dengan eradikasi atau pemusnahan tanaman yang terkena serangan . 

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternativ terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan perekat perata pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki. 

PEMANENAN 
     Untuk kelapa jenis dalam , umur berubah setelah 8-10 tahun, dan umur bisa mencapai 60-100 tahun dengan produksi yang diharapkan adalah kopra . Untuk kelapa jenis genjah berbuahsetelah umur 3-4 tahun dan berbuah maksimal pada saat umur 9-10 tahun , dan bisa mencapai umur 30-40 tahun kurang bagus untuk kopra karena daging buahnya yang lunak. 
     Panen buah kelapa dilakukan menurut kebutuhannya . Jika kelapa yang diinginkan dalam keadaan kelapa masih muda kira-kira umur buah 7-8 bulan dari bunganya. Jika ingin mengambil buah tua untuk santan atau kopra dipanen disaat umur sudah mencapai 12-14 bulan dari berbunga atau jika sudah tidak lagi terdengar suara air didalam buahnya. 

PASCA PANEN 
     Pengolahan buah kelapa yang tua pada akhir-akhir ini mulai mengarah pada pemanfaatan minyak kelapa murni atau  virgin coconut oil yang mampu meningkatkan nilai jual dari produk kelapa, atau pun masih dalam bentuk nira (legen= jawa) untuk keperluan industri gula kelapa , nata de coco , asam cuka, produk miniman dan subtrat, serta alkohol yang juga mampu meningkatkan nilai jual dari produk kelapa. 

Gula kelapa : 
Kandungan sukrosan yang dominan diantara kandungan bahan kimia non air lainnya menjadikan nira sebagai sumbergula yang sangat potensial .
Nata de coco :
Adalah bahan olahan nira kelapa berbentuk gel, tektur kenyal seperti kolang-kaling , yang proses fermentasinya dibantu oleh mikro organisme Acetobacter xylium.
Asam cuka  
Dikenal sebagai penegas rasa , warna dan juga sebagai bahan pengawet karena membatasi pertumbuhan bakteri. 
Produk minuman : 
Dapat dibuat minuman segar non alkohol maupun alkohol dalam kadar rendah (tuak) ataupun dalam kadar tinggi (arak).
Subtrat : 
Yaitu bahan nutrien yang dipergunakan untuk menumbuhkan mikroba, Subtrat ini sangat diperlukan bagi pekerjaan di lab bioteknologi.

Baca Selengkapnya ....

Moreskin Nature Cosmetic Skin Care

Posted by Hartini Nasa 0 komentar
MORESKIN NATURE Produk Terbaru NASA 2017 merupakan paket kosmetik alami dengan kandungan bahan tanpa mercury yang sangat aman digunakan oleh semua wanita baik wanita yang baru hamil maupun ibu menyusui.



Selain Moreskin Nature, di akhir tahun 2017 NASA juga meluncurkan beberapa produk kosmetik seperti lipstik, lip glos, lotion, bedak tabur dan lain-lain. Moreskin Nature juga sangat bersahabat harganya, lebih murah dibanding dengan Moreskin Whitening.

Moreskin Nature terdiri dari :

  • Nature Day Cream
  • Nature Night Cream
  • Nature Serum Whitening
  • Nature Cleansing Whitening
  • Nature Transparant Whitening Soap
Moreskin Nature merupakan Moreskin Cosmetic Skin Care versi Lite

Baca Selengkapnya ....

MAK URUT NASA Minyak Pijat Pembesar Penis

Posted by Hartini Nasa 0 komentar
MAK URUT For Men Minyak Pijat Pembesar Penis

Punya alat vital besar dan panjang mungkin adalah kepuasan tersendiri bagi kaum pria, karena ukuran penis menjadi salah  pria satu faktor penting dalam urusan ranjang bagi pasangan suami istri, yang punya kaitan juga terhadap keharmonisan dalam rumahtangga.

Kini hadir pembesar penis MAK URUT NASA yang diramu dengan ramuan khusus untuk memperbesar, memanjangkan ukuran alat vital pria (Mr. P) yang terbukti efektif dan hasil permanen. Menguatkan dan menambah daya tahan ketika berhubungan sehingga pasangan suami istri dapat memperoleh kepuasan dalam berhubungan (Jima').



Mak Urut Nasa terbuat dari bahan alami aman dan insya ALLAH tidak menimbulkan efek samping yang merugikan, diramu dari warisan nenek moyang, aman dan berkualitas tinggi.

Khasiat Mak Urut For Men Minyak Pijat Pembesar Penis :

  • Meningkatkan sirkulasi darah dengan membesarnya otot di bagian alat vital.
  • Pembesar alat vital pria baik diameter atau panjangnya.
  • Meningkatkan daya ereksi secara maksimal akan tetapi aman.
  • Meningkatkan kenikmatan dalam berhubungan seksual sehingga menumbuhkan keharmonisan pasangan suami istri.
Saran Pemakaian Mak Urut Nasa :
  • Oleskan secara merata Mak Urut pada bagian batang alat vital sampai batangnya, lalu urut perlahan-lahan dari pangkal kearah ujung alat vital.
  • Urut selama 5 - 10 menit
  • Untuk hasil maksimal usahakan pada malam hari lalu basuh dengan air hangat secukupnya.
Kami merupakan agen resmi, stockist resmi, suplier produk Nasa, selain Mak Urut Nasa ada banyak produk lagi, diantaranya produk Agrokomplek, herbal, kosmetik dan produk kebutuhan rumahtangga.
Hubungi kami Suhartini (Hartini Nasa) HP : 0857-5692-2292

Baca Selengkapnya ....

TEKNIS BUDIDAYA BAWANG MERAH NASA

Posted by Hartini Nasa Jumat, 01 Desember 2017 0 komentar
BUDIDAYA BAWANG MERAH DENGAN PUPUK NASA
Stockist NASA H.1339, SUHARTINI
Telp/Sms/Wa : 0857-5692-2292

 Budidaya bawang merah (Allium cepa) dihadapkan pada serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dll yang menyebabkan produksi menurun. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya meningkatkan produksi bawang merah secara kuantitas, kualitas, dan kelestarian (K-3), sehingga petani dapat berkompetisi diera perdagangan bebas.


A. PRA TANAM 

1. Syarat Tumbuh  
Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, tekstur sedang sampai liat. Jenis tanah aluvial, Glei Humus atau Latosol, pH 5,6 - 6,5 , ketinggian 0 - 400 mdpl, kelembaban 50-70%, suhu 25 - 320C. 

2. Pengolahan Tanah 
  • Sebarkan pupuk kandang dosis 0,5-1 ton/1000 M2
  • Diluku kemudian digaru (biarkan kurang lebih 1 minggu).
  • Dibuat bedengan dengan lebar 120-180 cm.
  • Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air(canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.
  • Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit dosis kurang lebih 1,5 ton/ha disebarkan diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu.
  • Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang . Diamkan 1 minggu lalu sebarkan/taburkan  merata diatas bedengan . 
3. Pupuk Dasar
  • Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 merata diatas bedengan , aduk rata dengan tanah. 
  • Jika dipakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis kurang lebih 20 kg/1000 m2dicampur rata dengan tanah dibedengan 
  • Siram SUPERNASA yang telah dicampur air, merata diatas bedengan , dosis kurang lebih 1 botol /1000 m2 dengan cara :                                                                                                          ==> Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 ltr air (dijadikan larutan induk) . Kemudian setiap 50 ltr air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan .              ==> Alternatif 2  : setiap 1 gembor vol 10 liter beri satu sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 m bedengan 
  • Biarkan selama 5-7 hari
4. Pemilihan Bibit
Ukuran umbi bibit 3-4 gr/umbi, telah disimpan 2-3 bulan, umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya), bentuk umbi kompak (tidak keropos) , kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilo)

B. FASE TANAM 

1. Jarak Tanam 
  • Pada musim kemarau , 15 x 15 cm, varietas Ilocos, Tadayung atau Bangkok 
  • Pada Musim Hujan 20 x 15 cm, varietas Tiron 
2. Cara Tanam
  • Umbi bibit direndam dulu dalam larutan NASA + air (dosis 1 tutup/ltr air) 
  • Taburkan GLIO secara merata pada umbi bibit yang telaah direndam NASA 
  • Simpan  selama 2 hari sebelum tanam 
  • Pda saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan kedalam permukaan tanah
  • Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit.
C. AWAL PERTUMBUHAN (0 - 1 HST)

1. Pengamatan hama 
  • Waspadai hama ulat bawang (spodoptera axigua). telur diletakan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok , maksimal 80 butir . Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas.Kelompok telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahhkan . Pada bawang lebih sering terserang ulat grayak  jenis spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam diperut/kalung hitam dileher , kendalikan dengan PESTONA.
  • Ulat tanah . Berwarna coklat hitam . Bagian pucuk /titik tumbuh dan tangkai rebah karena dipotong pangkalnya. Kumpulkan ulat pada senja / malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau perumputan yang jadi sarangnya. Semprot dengan PESTONA .
  • Layu Fusarium . Daun bawang menguning , tanaman layu dengan cepat (jawa : ngoler) . Tanaman yang terserang dicabut lalu dibuang atau dibakar ditempat yang jauh . Preventif kendalikan dengan GLIO .
2. Penyiangan dan Pembumbunan
  • Penyiangan pertama dilakukan umur 7-10 HST dan dilakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang. 
  • Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang . Tanah disekitar tanaman didangir dan dibumbun agar perakaran bawang merah selalu tertutup tanah. Bedengan yang rusak dirapikan kembali dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar saluran (Melem). 
3. Pemupukan Susulan
  • Dosis pemupukan tergantung jenis dan kondisi tanah setempat. Jika kelebihan Urea/Za dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil , tapi jika kurang, pertumbuhan tanaman terhambat dan daunnya menguning pucat. Kekurangan KCI juga dapat menyebabkan ujung daun mengering dan umbinya kecil.
  • Pemupukan makro 2 kali (dosis per 1000 m2) :                                                                              => 2 minggu : 5-9 kg Urea + 10-20 kg ZA + 10-14 kg KCI                                                           => 4 minggu : 3-7 kg Urea +7-15 kg ZA + 12-17 kg KCI 
  • Campur merata ketiga jenis pupuk , taburkan disekitar rumpun atau garitan tanaman dan jangan sampai terkena tanaman supaya daun tidak terbakar. 
  • Jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15)dosis kurang lebih 20 kg /1000 m2 diberikan pada umur kurang lebih 2 minggu.
4. Pengairan
  • Penyiraman 2 kali, pagi dan sore hari. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin disaat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit . Penyiraman sore hari dihentikan jika prosentase tanaman tumbuh mencapai lebih 90 %.
  • Air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang 
  • Tinggi permukaan air pada saluran (Canal) dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman.
D. FASE VEGETATIF (11-35 HST)
1. Pengamatan Hama dan Penyakit Bawang Merah
  • Hama Ulat Bawang , S. Exigua (lihat diatas) 
  • Thrips                                                                                                                                       ==> Mulai menyerang umur 30 HST karena kelembaban disekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak. Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70 % . Jika ditemukan serangan , penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan. Kendalikan dengan BVR atau PESTONA. 
  • Penyakit bercak ungu atau trotol                                                                                          ==> Disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah . Terdapat bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih kelabu didaun, tepi daun kuning serta mengering ujung-ujungnya . Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika hujan rintik-rintik segera lakukan penyiraman . Preventif taburkan GLIO .
  • Penyakit Antraknose atau Otomatis                                                                             ==> Penyebab jamur Colletotricum gloesporiodes. Terbentuk bercak putih pada daun dan lekukan, menyebabkan patahnya daun secara serentak (otomatis) . Tanaman terserang dicabut dan dimusnahkan . Preventif kendalikan dengan GLIO.
  • Penyakit oleh virus .                                                                                                                ==> Pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung kesegala arah, terkulai serta anakanya sedikit. Pergunakan bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.
  • Busuk Umbi oleh Bakteri .                                                                                                      ==> Umbi jadi busuk dan berbau. Biasanya menyerang setelah dipanen. Usahakan tempat yang kering. 
  • Busuk Umbi /Leher Batang oleh Jamur.                                                                               ==> Bagian yang terserang jadi lunak , melekuk dan berwarna kelabu. Jaga agar tanah tidak terlalu becek. (atur drainase). Preventif taburkan GLIO.  
Untuk pencegahan hama penyakit bawang merah usahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain (bukan golongan bawang-bawangan). Pestisida kimia sebagai alternatif terakhir untuk mengatasi serangan hama penyakit.
2. Pengolahan Tanaman Bawang Merah
  • Penyiangan kedua umur 30-35 HST , didangir, dibumbun dan bedengan yang rusak diperbaiki,  Semprot POC NASA dosis 4-5 tutup/tangki tiap 7-10 hari sekali mulai 7 hari setelah tanam hingga hari ke 50-55. Mulai hari ke 35 penyemprotan ditambah HORMONIK dengan dosis 1-2 tutup/ tangki (campurkan dengan NASA) . 
  • Pengairan ,Penyiraman 1x per hari pada pagi hari, jika ada serangan thrips dan hiujan rintik-rintik penyiraman dilakukan siang hari.
E. PEMBENTUKAN UMBI (36-50 HST) 
Pengamatan HPT sama seperti fase vegetatif . Perlu diperhatikan pengairannya . Butuh air cukup dimusism kemarau, perlu dilakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari. 

F. PEMATANGAN UMBI (51-65 HST) 
Fase ini tidak begitu banyak air . Penyiraman hanya dilakukan sehari sekali yaitu pada sore hari.


G. PANEN DAN PASCA PANEN BAWANG MERAH
1. Panen 
  • 60-90 % daun telah rebah, dataran rendah panen pada umur 55-70 hari, dataran tinggi umur 70-90 hari.. Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek.
  • Pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya . Selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan (dipocong) 
2. Pasca Panen 
  • Penjemuran dengan alas anyaman bambu (gedeg). 
  • Penjemuran pertama selama 5-7 hari dengan bagian daun menghadap ke atas , tujuannya mengeringkan daun . Penjemuran kedua selama 2-3 hari dengan umbi menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah yang terbawa dari lapangan . Kadar air 80-85 % baru disimpan di gudang. 
  • Penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan pada rak-rak bambu . Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-29 derajat celsius kelembaban 70-80 % , sanitasi gudang.

Baca Selengkapnya ....

BUDIDAYA MELON BERBUAH BANYAK

Posted by Hartini Nasa 0 komentar
TEKNIS BUDIYAYA  MELON ORGANIK NASA
(Cucumis melo l. )
1. PENDAHULUAN
Agar bisnis melon menunjukan prospek yang menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras, miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman serta faktor pemeliharaan tidak diperhatikan maka keuntungan akan menurun.
PT. Natural Nusantara  membantu meningkatkan produktivitas melon secara kuantitas kualitas  dan kelestarian  lingkungan  (Aspek K-3 ).  


11. SYARAT PERTUMBUHAN 
2.1. Iklim 
Penuh penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Pada kelembapan yang tingg tanaman melon mudah diserang penyakit,. Suhu optimal antara 25-30 derajat selsius . Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. Hujan terus menerus akan merugikan tanaman melon. Tumbuh baik pada ketinggian 300-900 m dpl.

2.2. Media Tanam
Tanah yang baik ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik seperti andosol, latosol, regosol, dan grumosol asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik maupun pemupukan. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, pH tanah 5,8-7,2.

111. PEDOMAN TEKNISI BUDIDAYA 
3.1. Pembibitan 
3.1.1. Pembuatan Media Semai
     Siapkan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 50-100kg pupuk kandang untuk lahan 1000 meter persegi. Selanjutnya didiamkan kurang lebih 1 minggu ditempat yang teduh dengan selalu menjaga kelembapannya dan sesekali diaduk(dibalik).
     Campur tanah halus (dianyak ) 2 bagian /2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1bagian /1 ember , TSP ( lebih 50 gr) yang dilarutkan dalam 2 tutup POC NASA  dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakan dalam pupuk kandang 1-2 kg.       Masukan media semai kedalam pilybag ukuran 8x10 cm sampe terisi hingga 90%

3.1.2. Teknik Penyemaian dan Pemeliharaan Bibit
      Rendam benih dalam 1 lt air hangat suhu 20-250C kurang lebih 1 tutup POS NASA selama 8-12jam lalu diperam kurang lebih 48 jam. Selanjutnya disemai dalam polybag, sedalam 1-1,5cm. Benih disemaikan dalam pisisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih ditutup denga campuran abu sekam dan tanah perbandingan 2:1, kantong persemaian diletakan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi plastik transparan yang salah satu ujungnya rebuka.
     Semprotkan POC NASA untuk memacu perkembangan bibit, pada umur bibit 7-9 hari dengan dosis 1,0-1,5 cc/liter. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati secara rutin setiap pagi.
     Bibit melon yang sudah berdaun 4-5 helai atau tanaman melon telah berusia 10-12 hari dapat dipindahtanamkan dengan cara kantong plastik polybag dibuka dengan hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya, bedengan jangan sampe kekurangan air.

3.2. Pengolahan Media Tanam 

3.2.1. Pembukaan Lahan 
Sebelum dibajak digenangi air lebih dahulu semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pem bajak dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah itu dilakukan pengeringan, baru dihaluskan.

3.2.2. Bembentukan Bedengan
Panjang bedenga maksimum 12-15m ; tinggi bedengan 100-110 cm ; dan lebar parit 55-65 cm.

3.2.3. Pengapuran 
penggunaan kapur 1000m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit, untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.

3.2.4. Pemupukan Dasar

Hasil akan lebih baik jika pemupukan dasar, POC NASA diganti SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dengan dosis 1-2 botol /1000m2 dengan cara :
  • Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 ltr air diberi 200cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10ltr diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram kurang lebih 10m bedengan. 
3.2.5. Pemberian Natural GLIO 
     Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur terutama penyakit layu, sebaiknya tebarkan Natural GLIO yang sudah disiapkan sebelum persemaian. Dosis 1-2 kemasan per  1000M2.

3.2.6. Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP)
     Pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Biarkan bedengan menutup mulsa 3-5 hari sebelum dibuat lubang tanam.

3.3. Teknik Penanaman

3.3.1. Pembuatan Lubang Tanam
     Diameter lubang kurang lebih 10cm, jarak lubang 60-80cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat atau segi tiga.

3.3.2. Cara Penanaman 

     Bibit siap tanam dipindahkan beserta medianya. Usahakan akar tanaman tidak sampe rusak saat menyobek polybag.

3.4. Pemeliharaan Tanaman

3.4.1. Penyulaman 
     Penyulaman dilakukan 3-5hari setelah tanam. Setelah selesai penyulaman tanaman baru harus disiram air. Sebaiknya penyulaman dilakukan sore hari.

3.4.2. Penyiangan 
     Penyiangan dilkukan untuk membersihkan gulma/rumput liar.

3.4.3. Perempelan 
     Perempelan dilakukan rehadap tunas/ cabang air yang bukan merupakan cabang utama.

3.4.4. Pemupukan 

3.4.5. Penggunaan HORMONIK
     Dosis HORMONIK : 1-2cc/lt air atau 1-2 tutup HORMONIK +3-5 tutup  POC NASA setiap tangki semprot. Penyemprotan HORMONIK mulai usia 3-11 minggu, interval 7 hari sekali

3.4.6. Penyiraman 
Penyiraman pada masa pertumbuhan tanam, sampe akan dipetik buahnya kecuali hujan. Saat penyiraman jangan sampe air penyiraman membasahi daun dan air dari tanah jangan sampe kena daun dan buahnya. Penyiraman dilkukan pagi-pagi sekali.

3.4.7. Pemeliharaan lain 
a. Pemasangan Ajir 
Ajir dipasang setelah bibit mengeluarkan sulur-sulurnya. Tinggi ajir kurang lebih 150-200cm. Ajir terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah kurang lebih 2-3kg. Tempat ditancapkannya ajir kurang lebih 25cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. Supaya ajir lebih kokoh bisa menambahkan bambu panjang yang diletakan dibagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang, mengikuti barisan ajir-ajir dibelakangnya.
b. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke20-25 (bagian ruas, cabang, atau buku dari tanaman tersebut ). Pemangkasan dilkukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat tanah dan sisakan dua helai daun , kemudian cabang-cabang yang tumbuh dipangkas dengan menyisahkan 2helai daun. Pemangkasan dihentikan , jika ketinggian tanamannya sudah mencapai cabang ke 20atau 25.



3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama 
a. Kutu Aphis (Aphis gossypii Glover) Ciri : mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan dilihat dari kejahuan mengkilap. Aphis muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala : daun tanaman menggulung, pucuk tanaman mengering akibat cairan daun dihisap hama . Pengendalian :
1. Gulma selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama.
2. Semprot dengan PESTONA dan Natural BVR.
b. Thrips (Thrips parvispinus Karny) Ciri : menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa berwarna kekuning-kuningan dan dewasa berwarna coklat kehitaman. Serangan dilakukan dimusim kemarau . Gejala : Daun muda atau tunas baru menjadi keriting, dan bercak kekuningan , tanaman keriting serta kerdil dan tidak dapat membentuk buah secara normal. Gejala ini harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thrips. Pengendalian : menyemprot dengan PESTONA  atau Natural BVR.

3.5.2. Penyakit 
a. Layu Bakteri 
Penyebab : bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat disebarkan perantara dengan  kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). Gejala : daun dan cabang layu, terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati , daun tanaman mati satu persatu, meskipun warnanya tetap hijau . Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang.  Pengendalian : penggunaan Natural GLIO seelum tanam.
b. Penyakit Busuk Pangkal Batang
Penyebab : Cendawan Mycophaerekka melonis (paserini) Chiu et Walker. Gejala : Pangkal batang seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati, daun yang terserang akan mengering. Pengendalian :
1. Penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban disekitar pangkal batang dan mencegah luka diperakaran maupun pangkal batang karena penyiangan . 2. daun yang terserang dibersihkan .3. Gunakan Natural GLIO  sebelum tanam sebagai pencegahan.

CATATAN : Jika pengendalia hama penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan perekat perata AERO 810,  dosis kurang lebih 5ml (setengah tutup)/ tangki.

3.5.3.Gulma 
     Gulma (tumbuhan pengganggu ) merugikan tanaman, karena bersaing zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pe cabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil, karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.

3.6. Panen
3.6.1. Ciri dan umur
a. Tanda /ciri penampilan Tanaman Siap panen.
 1. Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
 2. jala/net pada kulit buah sangat nyata/kasar
 3. Warna kulit hijau kekuningan
b. Umur panen kurang lebih 3 bulan setelah tanam.
c. Waktu pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.

3.6.2. Cara Panen 
a. Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
b. Tangkai dipotong berbentuk huruf "T", maksudnya agar tangkai buah utuh.
c. Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen.
d. Buah yang telah dipanen disortir. Kerusakan buah akibat terbentur /cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual.

3.6.3. Penyimpanan 
Buah melon tidak boleh ditumpuk, yang belum terangkut disimpan dalam gudang. Buah ditata rapi dengan dilapisi jerami kering. Tempat penyimpanan harus bersih, kering dan bebas dari hama, (kecoa, tikus dll). Melon yang sudah terlalu masak jangan disatukan dengan buah yang setengah masak (mengkal ). Buah yang mulai busuk harus dijauhkan dari tempat penyimpanan.


Demikianlah Cara Budidaya Melon Berbuah Banyak, bahkan dengan teknologi organik NASA mampu membuahkan melon lebih dari 2 buah untuk tiap pohonnya. Tercatat dengan pupuk Nasa mampu membuahkan 7 buah melon dalam 1 pohon.

Untuk konsultasi dan pemesanan Pupuk Nasa Untuk Melon, silahkan hubungi kami Distributor Resmi NASA N-388431, Stockist Nasa H.1339 an. Suhartini HP : 0857-5692-2292

    








Baca Selengkapnya ....

Herbal NASA Obat Gagal Ginjal

Posted by Hartini Nasa 0 komentar
PENYAKIT GAGAL GINJAL & CARA MENGOBATINYA

     Ginjal merupakan suatu organ tubuh yang fungsinya sangat penting untuk mengatur metabolisme atau kerja tubuh secara normal.


Fungsi Ginjal 
  • Mengatur keseimbangan cairan 
  • Mengatur keseimbangan asam - basa
  • Ekskresi / pengeluaran zat-zat sisa dari tubuh 
  • Fungsi endokrin penting seperti pembuatan hormon, mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif. 
Gagal ginjal secara umum dapat dibagi menjadi :

A. GAGAL GINJAL AKUT (GGA)
    Penurunan fungsi ginjal pada seorang dengan atau tanpa oligouria (keadaan berkurangnya produksi air seni ).

Penyebab Gagal Ginjal akut dibagi menjadi 3 tahap 
1. Sebelum masuk keginjal (Pre renal) 
    Adanya penurunan /gangguan nginjal yang diakibatkan oleh

  • Penurunan volume vascular / pembuluh darah (perdarahan, luka bakar, muntah, diare ). 
  • Peningkatan kapasitas vascular (luka, blokade ganglion, reaksi anafilaksis/ alergi). 
  • Penurunan/ kegagalan jantung memompa darah (kardiogenik, emboli paru, infark jantung). 
2. Didalam Ginjal (Intra renal )
    Adanya gangguan ginjal, yang disebabkan oleh :

  • Penyakit Ginjal Primer (glomerulonefritis) akut, nefrosklerosis maligna, penyakit kolagen , radang ginjal / nefritis interstisial akut karena obat, zat kimia, infeksi kuman). 

3. Setelah keluar dari ginjal (Prostrenal)
    Adanya penyumbatan yang disebabkan oleh :
  • Gangguan pengeluaran urin pada ke-2 sisi ginjal. 
  • Penyumbatan satu sisi dan ginjal yang satunya mengalami pembedahan (nefrektomi). 
B. GAGAL GINJAL KRONIK (GGK ) 
    Penurunan fungsi ginjal yang cukup berat, terjadinya berangsur-angsur karena nefron ginjal berubah menjadi jaringan ikat.
    Panyakit GGK yang semakin parah dapat berkembang menjadi Gagal Ginjal Terminal (GGT) karena kondisi ginjal sudah semakin buruk dan penderita harus mengalami cuci darah (haemodialisa)

Penyebab Gagal Ginjal Kronis Terminal  : 
  • Radang glomerulus ( glomererulonefritis ), merupakan sebab yang tebanyak. 
  • Penyakit ginjal karena penyumbatan dan infeksi.
  • Kelainan ginjal terkait diabetes (Nefropati diabetik ), nefrosklerosis, dll.
Penyakit GGK dapat bertambah parah dan disertai dengan malnutrisi (kurang gizi) berat.

               
Manajemen Terapi Nutrisi NASA


Natural lechitin, terbuat dari olahan kacang kedelai, yang bermanfaat dalam menghadapi gagal ginjal.
  • Lechitin (phosphotidylcholine ) secara alami merupakan unsur dasar penyusun sel. Penambahan Natural Lechitin akan membantu memperbaiki sel-sel ginjal sehingga ginjal dapat tetap memiliki unsur-unsur yang penting dan mampu bekerja secara optimal.
  • Natural Lechitin telah melalui proses pengolahan sehingga unsur purin telah dihilangkan dan dapat digunakan oleh penderita gagal ginjal.
  • Enzim lechitinase mampu membantu mengurangi jaringan ikat pada nefron, karena pada dasarnya jaringan ikat adalah jaringan serat protein ulet yang tertanam pada gel polisakarida yang bisa diurai oleh lechitin. 
  • Natural Lechitin memiliki kandungan antioksidan. Secara alami anti oksidan merupakan senyawa anti radikal bebas, sehingga dapat membantu mencegah dan melindungi ginjal dari oksidasi radikal bebas yang merupakan penyebab kerusakan sel-sel ginjal.
  • Dosis dan aturan pakai dapat dilihat pada lebel produk.

Natural Chlorophyllin diramu dari daun Cawi yang diakui mengandung chloropyli acid dan mengandung zat gizi yang dapat berguna bagi kesehatan manusia.
  • Natural chlorophyllin berfungsi sebagai antioksidan. Secara alami anti oksidan merupakan senyawa anti radikal bebas, yang dapat membantu mencegah dan melindungi sel-sel ginjal dari oksidasi radikal bebas yang bersifat merusak.
  • Natural chloropyllin memiliki kandungan asam clorophyll yang membantu mengurangi zat-zat yang bersifat racun. Ginjal merupakan organ pengeluaran (ekskresi) yang utama. Ginjal yang terganggu tidak dapat membuang zat-zat dari tubuh, sehingga penambahan clorophyll akan sangat membantu proses ekskresi zat-zat racun.
  • Dosis dan aturan pakai dapat dilihat pada label produk. 
CATATAN : 
Penggunaan produk kesehatan NASA yang direkomendasikan untuk membantu proses penyembuhan penyakit gagal ginjal : 
  1. Natural Lechitin
  2. Natural Chlorophyllin 
Penggunaan pilihan produk secara lengkap dapat lebih mengoptimalkan proses penyembuhan penyakit.

Harga Herbal NASA Obat Gagal Ginjal :

  • Natural Lecithin ( LECITH ) ......................... 100 ml Rp.165.000,-
  • Natural Chlorophyllin (n'CHLO ) ...................100 ml Rp.100.000,-
Harga tersebut diatas adalaha harga yang berlaku untuk wilayah Jawa tidak termasuk ongkos kirim.

Untuk Pemesanan Obat Gagal Ginjal NASA :
Format Order : 
- Nama :
- Alamat :
- No.HP :
- Order : Paket Gagal Ginjal Nasa
- Jumlah :

Kirim Ke :
- SMS/Wa : 0857-5692-2292
- Pin BB : D60FDB25



Baca Selengkapnya ....

Moreskin Serum Gold Nasa

Posted by Hartini Nasa Rabu, 29 November 2017 0 komentar




Baca Selengkapnya ....
Jual Pupuk Nasa | Copyright of GRIYA NASA.

DISTRIBUTOR NASA MAGELANG

Nama: Mei Rohayati
Alamat: Dsn. Semalen RT.003 RW.002
Desa Ngadirojo, Kec. Secang
Magelang (Jl. Alternatif Temanggung)
HP: 0858-7854-7715
BBM: D15B018A

DISTRIBUTOR NASA SEMARANG

Nama: Ari Kristianto
Alamat: Genuk Krajan No.19 Rt.07 Rw.04
Kel. Tegalsari, Kec. Candisari
Semarang
HP: 085-225-959595