PETUNJUK BUDIDAYA PENGGEMUKAN SAPI POTONG

Posted by HARTINI NASA Friday, 29 September 2017 0 comments
PENGGEMUKAN SAPI POTONG

I. Pendahuluaan
       Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Halini disebabkan oleh besarnya infestasi jika dilakukan secara besar dan modern, dengan skala usaha kecilpun akan mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern. PT. NATURAL NUSANTARA  dengan prinsip K-3 ( kuantitas, kualitas dan kelestarian ) membantu budidaya penggemukan sapi potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil.


II. Penggemukan
     Penggemukan sapi potong adalah pemeliharraan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan)
         Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemukan sapi potong adalah ;

III .Jenis -jenis sapi potong.
     Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :

A. Sapi Bali
     Cirinya berwarna merah dengan arna putih pada kaki dari lutut kebawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada  lingkungan yang baru.

B. Sapi Ongole
      Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir, dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkaan dengan sapi madura, keturunannya disebut peranakan ongole ( PO) cirinya sama dengan sapi ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.

C. Sapi Brahman
     Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih dibagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.

D. Sapi Madura
     Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.

E. Sapi Limousin
     Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik.

F. Sapi Simmental 
    Merupakan tipe sapi perah dan pedaging , warna bulu coklat dan kemerahan (merah bata) dibagian muka dan lutut  kebawah serta ujung ekor berwarna putih, sapi jantan dewasanya mampu mencapai berat badan 1150 kg sedang betina dewasanya 800kg . Sapi jenis simmental kurang bagus tinggal didaerah panas karena dapat mengurangi nafsu makannya.

1V. Pemlihan Bibit
Bibit bakalan sapi yang baik untuk penggemukan adalah sebagai berikut ;
  • Telah berumur miniimal 1,5 tahun .Lebih baik lagi bila berumur 2 tahun, berat badan sekitar 260-300kg.
  • Matanya tampak cerah dan bersih..
  • Tidak terdapat adanya tanda- tanda terganggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir.
  • Kukunya tidak terasa panas bila diraba.
  • Tidak terlihat adanya penyakit parasit pada kulit dan bulunya.
  • Tidak terdapad adanya tanda-tanda meneret pada bagian ekor dan dubur.
  • Tidak ada tanda-tanda adanya kerusakankulit dan kerontokan bulu.
  • Untuk penggemukan, sebaiknya pilih sapi jantan.

V. Perkandangan
     Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan ( kereman ) biasanya berbentuk tunggal apabila kapasitas ternak yang dipelihara hany sedikit,. Namun, apabila penggemukan sapi ditunjukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak.

     Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5x 2m atau 2,5x2m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8x2m dan untuk anak sapi cukup 1,5x1m per ekor, dengan tinggi atas 2-2,5m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat celsius (rata- rata 33 derajat celsius) dan kelembapan 75%. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500m ) hingga dataran tinggi (<500m).

     Lantai kandang dibuat padat, lebih tinggi daripada tanah sekelilingnya dan agak miring krarah selokan di luar kandang. Maksudnyya adalah agar air yang tampak, termasuk kencing sapi mudah mengalir keluar kandang dan lantai kandang tetap kering.

    Bahan kontruksi kandang adalah kayu gelondongan atau papan dari kayu yang kuat. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat tetapi agak terbuka agar sirkulasi udara didalamny lancar. Lantai kandang harus diuasahakan tetap bersih guna mrncegah timbulnya berbagai penyakit.

    Tempat makan dan minum sebaiknya dibuat diluar kandang, tetapi masih dibawah atap. Tempat pakan dan minum dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak /tercampur kotoran.

V1 Pakan
     Pakan utama yang umum siberika adalah hijauan segar, seperti rumput gajah, rumput raja, legum(daun lamtoro, daun turi)  Khusus legu dan aneka hijauan sebelum diberi pada ternak sebaiknya dilayukan terlebih dahulu 2-3jam dibawah terik matahari untuk menghilangkan racun dan getah yang ada pada hijauan tersebut.

    Selain pakan hijauan, dapat juga ditambah dengan pakan padat// konsentrat.jenis yang dapat digunakan adalah beketul, ampas tahu, ketela tpohon (dicacah dahulu) dengan komposisi 40% bekatul, 40%  ampas tahu dan 20% ketela pohon.

     Waktu pemberian pakan diatur 2 (dua) kali sehari pagi dan sore dalam bentuk pakan hijauan dan konsentrat. Jumlah pemberian hijauan kurang lebih 10% dari bobot  badan sapi, lebih baik dipotong-potong (2-5) cm  agar mudah dicerna.  Jumlah pemberian konsentrat 1-2% dari bobot badan sapi, sebaiknya konsentrat diberikan  kurang lebih 2jam sebelum pemberian pakan hijauan. Tujuannya adalah agar proses pencernaan berjalan secara optimal dan untuk merangsang aktifitas mikroorganisme dalam rumen, terutama bakteri selulolitik yang akan meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan ternak.

    Selain pemberian ruput dan konsentrat, masih dibutuhkan pakan pelengkap yang mengandung gizi ternak lengkap yang belum terdapat pada hijauan dan konsentrat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi ternak, maka PT. NATURAL NUSANTARA  (PT. NASA ) mengeluarkan pakan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus, POC NASA dan TANGGUH PROBIOTIK. Produk ini menggunakan teknologi vitamin ,mineral dan probiotik yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh sapi dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan sapi.


VITERNA plus dan POC NASA mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak sapi, yaitu ;
  • Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.
  • Mineral-mineral lengkap sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.
     Cara penggunaan VITERNA Plus dan POC NASA adalah dengan dicampurkan dengan komboran pakan konsentrat atau air minum sapi, dengan dosis ; VITERNA dan POC NASA masing- masing setengah tutup botol per ekor setiap hari 2 kali pada pemberian pakan pagi dan sore.

     TANGGUH PROBIOTIK sebagai sumber mikro bia untuk membantu proses penguraian pakan dalam pembuatan pakan fermentasi dan proses pencernaan dalam tubuh sapi sehingga pertumbuha dan produksi sapi dapat lebih optimal. Dosisnya ; 1 tutup botol TANGGUH PROBIOTIK per ekor per hari, dicampur pada pakan konsentrat atau air minumnya.

     Untuk pembuatan pakan fermentasi sapi, dosisnya ; 4 tutup botol TANGGUH PROBIOTIK ditambah 2 tutup botol VITERNA per 100kg bahan pakan fermentasi seperti jerami, rumput-rumputan dan hijauan lainnya.

Keunggulan prodak PT. NASA pada sapi potong :
  • Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan- bahan kimia/sintetis.
  • Merupakan pakan tambahan yang berperan sebagai sumbermineral dan vitamin serta beberapa protein.
  • Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik.Mmeningkatkan nafsu makan dan kesehatan sapi.
  • Mempercepat adaptasi sapi terhadap pakan, pada saat pertama kali masuk kandang.
  • Mengurangi kestresan pada sapi,baik saat masuk kandang pertama kali, setelah sapi divaksinasi atau saat sapi dalam proses pengobaatan.
  • Mempercepat pertumbuhan sapi.
  • Mengurangi bau kotoran.
  • Meningkatkan kualitas daging sapi dengan warna lebih merah, padat, dan rendah lemak.
V11. Pengendalian Penyakit
     Beberapa penyakit yang menyerang sapi adalah :
  1. Penyakit parasit (kudis,kutu cacingan)
  2. Penyakit Bakterial (Antark, ccar mulut, busuk kuku)
  3. Penyakit ViruS
  4. Penyakit lain (Keracunan sianida, kembung perut, keguguran).

     Hal penting dalam pengendalian penyakit pada sapi adalah meningkatkan kesehatan ternak dan kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya serta monitoring/pengamatan yang kontinyu pada ternak sapi sehingga apabila terdapat gejala penyakit, segera dapat diketahui jenis penyakit tersebut dan cara pencegahan dan pengobatan.

     Demikianlah Petunjuk Budidaya Penggemukan Sapi Potong Dengan Produk NASA, semoga bermanfaat.

Untuk Pemesana Produk NASA Untuk Sapi, Silahkan Hubungi :
Distributor Resmi NASA N-388431
SUHARTINI (Hartini NASA)
Telp/Sms/Wa : 0857-5692-2292
Pin BB : D60FDB25
Email : hartininasa2512@gmail.com
                 
 

 
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: PETUNJUK BUDIDAYA PENGGEMUKAN SAPI POTONG
Ditulis oleh HARTINI NASA
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.griyanasa.com/2017/09/petunjuk-buidaya-penggemukan-sapi-potong.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

Jual Pupuk Nasa | Copyright of GRIYA NASA.

DISTRIBUTOR NASA MAGELANG

Nama: Mei Rohayati
Alamat: Dsn. Semalen RT.003 RW.002
Desa Ngadirojo, Kec. Secang
Magelang (Jl. Alternatif Temanggung)
HP: 0858-7854-7715
BBM: D15B018A

DISTRIBUTOR NASA SEMARANG

Nama: Ari Kristianto
Alamat: Genuk Krajan No.19 Rt.07 Rw.04
Kel. Tegalsari, Kec. Candisari
Semarang
HP: 085-225-959595